Pengertian Usaha Kecil Menengah dari 3 Sudut Pandang

Usaha kecil menengah menjadi salah satu penopang perekonomian bangsa, khususnya di tingkat mikro. Tidak heran jika pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, karena usaha ini relatif lebih tahan terhadap hantaman inflasi atau bahkan dampak krisis ekonomi. Lalu, apa sebenarnya pengertian usaha kecil menengah menurut para pakar ilmu ekonomi dan regulasi yang ada di tanah air? Berikut ulasannya.

Pengertian usaha kecil menengah (Fotolia)

Pengertian usaha kecil menengah (Fotolia)

Beberapa Pengertian Usaha Kecil Menengah

Para ahli berpendapat bahwa usaha kecil menengah merupakan penopang dan penggerak inovasi dan persaingan di berbagai sektor perekonomian. Para ahli umumnya mengusulkan pengertian usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berdasarkan ruang lingkup usaha, omset, atau jumlah karyawan yang dimiliki. Berikut adalah beberapa alternatif definisi menurut para ahli:

Menurut Tom Gibson dan H. J. Van der Vaartindeed

Dalam sebuah paper yang mereka tulis, kedua pakar ini mendefinisikan usaha kecil menengah sebagai suatu unit usaha formal dengan omset tahunan antara 10 hingga 1000 kali lipat dari rata-rata pendapatan nasional bruto. Dengan kata lain, pengertian usaha kecil dan menengah akan bervariasi antara negara, sesuai dengan pendapatan domestik regional negara tersebut.

Satu hal yang menarik dari definisi ini adalah penekanan terhadap usaha formal. Pasalnya, delineasi antara usaha formal dan non-formal juga berbeda di setiap negara. Bahkan di negara-negara berkembang, terkadang jumlah usaha nonformal justru lebih banyak daripada usaha formal. Akibatnya, akan sulit untuk menghitung omset tahunan usaha kecil menengah tersebut berdasarkan sifat usahanya.

Pengertian UMKM Menurut Uni Eropa

Di samping pengertian usaha kecil menengah menurut para ahli, Uni Eropa juga menawarkan definisi tersendiri, yakni:

  • Usaha kecil adalah organisasi komersil atau bisnis yang memiliki kurang dari 50 karyawan
  • Usaha menengah adalah organisasi komersil atau bisnis yang memiliki lebih dari 50 dan kurang dari 250 karyawan.

Definisi yang ditawarkan oleh Uni Eropa ini berbeda dengan definisi yang digunakan secara umum di Amerika Serikat.  Meski Amerika Serikat tidak memiliki definisi UKM secara standar, umumnya usaha kecil diartikan sebagai badan usaha dengan jumlah karyawan kurang dari 100 orang. Sementara itu, badan usaha dengan jumlah karyawan kurang dari 10 orang dikategorikan sebagai usaha rumahan atau usaha mikro.

Pengertian UMKM menurut Bank Dunia

Bank Dunia memberikan definisi yang lebih lengkap dengan mengelompokkan badan usaha berdasarkan jumlah karyawan, omset tahunan, serta jumlah asset yang dikelola, yakni:

  • Usaha mikro adalah badan usaha dengan karyawan kurang dari 10 orang, omset tahunan maksimal $100.000, dan jumlah asset tidak lebih dari $100.000
  • Usaha kecil adalah badan usaha dengan jumlah karyawan kurang dari 30 orang, omset tahunan tidak lebih dari $3 juta, dan total asset tidak lebih dari $3 juta
  • Usaha menengah adalah badan usaha dengan jumlah karyawan tidak lebih dari 300 orang, omset tahunan tidak lebih dari $15 juta, dan total asset tidak lebih dari $15 juta

Satu hal yang membedakan peran dan posisi usaha kecil dan menengah di Indonesia adalah keberadaan koperasi sebagai salah satu pilar perekonomian bangsa. Pengertian usaha kecil menengah dan koperasi di Indonesia telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 berdasarkan kepemilikan, kekayaan bersih, maupun omset tahunan.

Tentunya,  definisi yang berlaku di Indonesia akan berbeda dengan definisinya di negara-negara lain. Simak pembahasan pengertian usaha kecil menengah di Indonesia maupun negara lain secara lebih rinci dalam artikel selanjutnya.

Info Bisnis:

pengertian usaha kecil menengah menurut para ahli - pengertian umkm menurut amerika serikat - pengertian usaha kecil jumlah karyawan - sudut pandang mngenai umkn - sudut pandang para ahli tentang umkm - usaha kecil bila jumlah karyawan -
Content Protection by DMCA.com