Tips Menyusun Konsep Waralaba untuk Bisnis Pribadi

Anda sudah semakin matang dalam menjalankan bisnis, dan ingin mengembangkan konsep waralaba sebagai langkah selanjutnya. Apakah Anda sudah mengetahui apa yang harus dilakukan? Apakah rencana Anda sudah matang? Memulai sebuah waralaba bukan perkara mudah, dan Anda harus memiliki konsep matang untuk menghadapi tantangan di masa depan saat bisnis ini menarik semakin banyak rekan waralaba. Jika tidak berhati-hati, Anda justru akan mengalami kesulitan dan bahkan bangkrut.

Konsep waralaba (Fotolia)

Jika Anda ingin mengembangkan konsep bisnis waralaba, modal bukan satu-satunya kunci sukses. Ada berbagai hal yang harus dikembangkan sehingga menjadi kuat dan matang.

5 Aspek Penting dalam Mengembangkan Konsep Waralaba

Berikut beberapa faktor penting yang harus Anda perhatikan dan kembangkan dengan baik ketika akan mengembangkan bisnis waralaba:

Kembangkan konsep unik tapi menjual

Salah satu trik membuat bisnis waralaba Anda menarik adalah dengan mengembangkan konsep bisnis franchise unik. Akan tetapi, keunikan konsep ini tetap harus menjadi sesuatu yang bisa dipasarkan dengan mudah. Misalnya, Anda ingin mengembangkan waralaba kue kering, dengan konsep “cemilan sehat untuk seluruh keluarga.” Anda mungkin bisa mengembangkan produk yang bebas gluten dan produk susu sebagai konsep jualan, karena tren gaya hidup sehat saat ini sedang marak.

Jadikan bisnis Anda menguntungkan

Jangan buru-buru mengembangkan bisnis waralaba jika bisnis Anda sendiri belum menunjukkan keuntungan. Anda sebaiknya melihat adanya margin keuntungan dari minimal 2 hingga 3 produk sebelum mencoba mengembangkan waralaba. Hal ini karena bisnis waralaba bergantung pada keragaman, dan Anda juga harus memikirkan perkembangannya di masa depan demi menarik lebih banyak rekan.

Lakukan penelitian pasar dengan tekun

Semua jenis tren bisnis pasti terdengar menggiurkan, namun apakah itu cocok dengan kondisi Anda? Agar konsep usaha waralaba Anda tidak merugi, pastikan melakukan riset dan penelitian pasar untuk menemukan prospek yang cocok untuk Anda. Pertimbangkan hal-hal seperti situasi pasar, potensi sasaran pemasaran, area pemasaran, tujuan masa depan, dan sebagainya.

Persiapkan diri untuk peran yang berbeda

Ketika masih memiliki bisnis mandiri, peran Anda akan berbeda dengan ketika Anda mengelola sebuah waralaba, lengkap dengan para rekan waralaba yang akan membutuhkan pendampingan Anda. Bersiaplah menjadi seorang instruktur, guru, penjual, investor dan manajer sekaligus. Anda juga harus terbuka pada perubahan, dan fakta bahwa sistem waralaba mungkin akan sedikit mengubah konsep produk atau jasa yang telah Anda tetapkan dari awal.

Ketahui semua persyaratan formal dan kewajiban Anda

Memulai bisnis waralaba berarti harus memahami semua kewajiban formal seperti izin usaha, ketentuan menjalankan bisnis, izin waralaba, pengurusan hak nama dagang, dan sebagainya. Anda juga harus mengurus izin khusus jika usaha waralaba Anda melibatkan produk atau sistem operasi khusus. Jangan biarkan usaha yang sudah anda rintis dengan susah payah terkendala oleh urusan administrasi dan persyaratan formal.

Buat semua rincian waralaba sejak awal

Akhirnya, jika Anda sudah mantap dengan konsep waralaba yang direncanakan, jangan lupa membuat semua rincian konsepnya sejak awal. Pastikan menentukan hal-hal seperti harga paket waralaba, biaya operasional yang diperlukan, persyaratan waralaba, jenis dan durasi pelatihan yang akan Anda tawarkan pada calon rekan waralaba, metode pemasaran dan penjualan, jenis pendampingan, dan sebagainya. Semua hal ini harus jelas sejak awal.

Memulai bisnis waralaba dari usaha yang sudah berjalan membutuhkan banyak pertimbangan dan perencanaan terperinci. Akan tetapi, jika Anda berhasil melakukannya, konsep waralaba Anda akan mampu menghadapi persaingan dan mudah beradaptasi dengan perubahan.

Content Protection by DMCA.com